Arsip

Arsip untuk Juni, 2009

Jalur Diplomasi Kultural

VtE6qBS0WKDUA negara bertetangga, Indonesia dan Malaysia, kerap diterpa gejolak kedaulatan. Kasus terakhir adalah tindak-tanduk armada perang Malaysia yang dinilai menyalahi aturan batas-batas negara di sekitar pulau Ambalat.

Di samping saling kejar dan usir antar armada perang Indonesia dan Malaysia, ketegangan juga memuncak dan menjadi perdebatan elite politik. Seakan-akan gejolak kedaulatan Indonesia dan Malaysia itu hanya mampu diselesaikan lewat jalur diplomasi politik secara struktural dan formal.

Sementara jalan lain yakni kultural cenderung diabaikan. Diplomasi formal-struktural sudah sering dilalukan. Kesepekatan, MOU, dan segudang proposal perjanjian damai dibuat. Akan tetapi implementasinya tidak semulus seperti di atas meja runding dan sidang. Gejolak kedaulatan tetap saja menjadi menu tahunan.

Padahal Indonesia dan Malaysia tak cuma bertetangga, namun sama-sama berpenduduk muslim. Tak lain, motif Malaysia yang dituding melakukan perongrongan kedaulatan adalah perluasan basis teritorial dan perburuan aset ekonomis. Motif-motif itu menjungkirbalikkan logika kesamaan kultural mulai agama, sosial, budaya, etnis, bahasa, warna kulit, hingga kesamaan cara makan dan minum.

Melihat kesamaan-kesamaan itulah tampaknya slogan baru nasionalisme patut didengungkan, yaitu nasionalisme regional. Nasionalisme dalam bentuk ini diharapkan menjadi jalan alternatif melerai benturan kedaulatan antarkeduanya.

Nasionalisme regional yang penulis maksud tentu bukanlah berdiri di atas kekuasaan dan kedaulatan yang satu atau secara struktural formal politik dalam sebuah bingkai kekuasaan kebangsaan, akan tetapi nasionalisme regional pada ranah kultural di mana masing-masingnya memiliki kesadaran bersama untuk berbenah, bersatu, dan saling memberi manfaat untuk kemajuan bersama pula.

Penulis yakin pada dasarnya secara kultural keduanya tidak menginginkan gejolak kedaulatan. Konflik yang terjadi tidak lepas dari geliat elite-elite politik masing-masing negara yang bisa jadi tidak sesuai dengan aspirasi warga negaranya. Parahnya lagi momentum-momentum ketegangan itu hadir pada saat hajatan pesta demokrasi menyapa yang berpeluang dijadikan komoditas politik dan ajang kampanye.

Salah satu medan prospektif untuk membangun jalan diplomasi kultural dalam bingkai nasionalisme regional adalah pemanfaatan teknologi informasi internet khususnya Facebook. Fenomenalnya Facebook di Indonesia ditandai dengan menjamurnya para penggunanya mulai dari ibu-ibu rumah tangga, kalangan pelajar baik siswa maupun mahasiswa, profesional, guru, dosen, aktivis perdamaian, hingga politisi.

Dengan Facebook, siapa pun bisa mengenal siapa saja, saling curhat, diskusi, tukar pengalaman, mencari pekerjaan, promosi produk komoditas, bahkan mencari jodoh. Bukan tidak mungkin jika silaturahmi sosialkultural antara pengguna Facebook Indonesia dengan Malaysia terjalin maka ketegangan politik antarkeduanya bisa mereda.

Siti Muallimah
Mahasiswi Syari’ah Universitas Muhammadiyah Surakarta

Categories: indonesia, Uncategorized

Belum saatnya…

Juni 18, 2009 2 komentar

29032009267Memang sepertinya belum bisa, impian untuk menempati jabatan tertinggi (Ketua) di HMJ-PGSD untuk saat ini pupus sudah. Kegagalan saya menjadi ketua hmjpgsd dikarenakan bahwa semester 2 hanya dapat menempati/ mencalonkan sebagai wakil ketua saja. Dan pada saat itu juga saya merasa sudah tidak ada harapan untuk menjadi calon ketua hmj-pgsd masa bakti 2009-2010, tentu saja hal tersebut menimbulkan kekecewaan yang mendalam bagi saya karena hal itu sudah saya targetkan sejak awal masuk di pgsd.

Namun saya juga menyadari bahwa saya adalah orang baru di hmj-pgsd dan tentu saja sudah seharusnya mengikuti aturan dan etika sebagai orang baru, walaupun sebelumnya saya pernah berkuliah selama setahun di Pend. Ekonomi. Hal tersebut membuat saya untuk berfikir realitis sesuai dengan keadaan dan status saya sebagai orang baru di hmj-pgsd, karena tentu saja pengalaman di luar berbeda dengan menangani hmjpgsd yang belum pernah saya kenal sebelumnya.

Tetapi sesuatu yang tidak terduga datang, bang bowo mengajak saya untuk mendampinginya sebagai calon wakil ketua dalam pemilihan ketua hmj-pgsd. Tanpa berlama lama berfikir langsung saja saya terima tawaran tersebut, tentu saja setelah melalui beberapa pertimbangan apakah saya akan menerima tawaran tersebut. Dan saya putuskan untuk menerima tawaran tesebut, pada keesokan harinya kami berdua langsung mendaftar ke panitia KPRM. Namun pada saat itu kami adalah peserta yang pertama.

Tidak disangka selang sehari setelah kami mendaftar, pasangan Oktoriyadi dan Rico kemudian mendaftar dan disusul oleh pasangan Cacha dan Winda. Akhirnya kompetisi perebutan tahta hmj-pgsd pun dimulai, para calon beradu strategi untuk memenagkan pemilihan tersebut mulai dari pemasangan poster hingga sosialisasi ke kelas-kelas. Namun ada satu hal yang membuat saya kecewa yaitu jadwal bahwa akan diadakanya DEBAT-KANDIDAT harus dibatalkan karena hujan dan tidak ada konsituen dan penonton yang menyaksikan acara tersebut.

Saya berfikir hal tersebut merupakan kerugian bagi kami karena kami belum maksimal dalam sosialisasi kepada mahasiswa pgsd. Dan itu menurut saya adalah salah satu penyebab kekalahan kami dalam pemirama hmj-pgsd walaupun kami juga mengakui bahwa ada hal-hal yang membuat kami kalah dalam pemilihan raya mahasiswa pgsd. Perlu saya sampaikan bahwa kami mengalami kekalahan dalam pemilihan tersebut. Kami menempati posisi kedua dalam perolehan suara dengan 33 suara, sedangkan diposisi pertama adalah milik yadi-rico dengan 174 suara dan posisi ketiga oleh cacha winda dengan 30 suara.

Apa mau dikata itulah hasilnya bahwa kami kurang beruntung dalam pemilihan tersebut. Namun hal itu tidak membuat saya drop dan putus asa, karena walaupun tidak menjadi ketua atau wakil ketua saya tetap bisa dan harus memberikan kontribusi bagi kemajuan hmj-pgsd. Saya sadar bahwa mungkin ini belum saatnya saya untuk menjadi ketua hmj-pgsd, saya masih harus banya belajar dalam mengelola sebuah organisasi. Dan biarlah mereka yang lebih senior dan berpegalaman untuk memimpin hmj-pgsd tahun ini.

Harapan saya jika masih diberikan umur panjang, saya dapat merealisasikan keinginan saya yaitu menjadi ketua HMJ-PGSD untuk priode 2010-2011, dan akhirnya saya ucapkan terimakasih yang sebesar besarnya kepada teman teman yang telah mendukung saya hingga saat ini dan semoga kita masih dapat bekerjasama untuk memenangkan pemirama pgsd tahun depan.

Amin..

Categories: my story

Memaksimalkan Potensi Diri

3209_1078032077747_1434619989_30263069_8215209_nKamarin saat sedang rehat bekerja, seorang kawan datang mengajak berdiskusi dengan saya menanyakan mengapa orang selalu menganggap orang lain lebih hebat dari dirinya sendiri, “mungkin Si A lebih tampan dari dirinya, Si B lebih cerdas dari dirinya, Si C lebih Kaya dari pada dirinya dan lainya mengapa orang lain bisa lebih hebat.. mengapa orang lain bisa lebih sukses..”

Dari perbincang tersebut kalau mau ditelaah banyak sisi kelebihan orang lain, saya menanyakan kepada sahabat tersebut, pernah kah terpikir tentang kekurangan dari orang lain.. mengapa kita hanya melihat kelebihan orang lain.. tidak kah SI A yang lebih tampan, dia kekurangan Materi tidak seperti si C yang Kaya tetapi dia tidak tampan.

Yang harus kita lakukan dalam hidup ini adalah selalu berusaha maksimal, Yakin akan dirikita, Dan selalu berfikir positif, karena diri kita memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang lain, ada keunikan dan keunggulan atas diri kita ini, jangan selalu menggali apa yang menjadi keburukan kita, coba gali kelebihan kita.. atau bahkan kekurangan yang terdapat kepada kita adalah suatu kelebihan yang istimewa kepada kita, misal dengan tidak memiliki kepintaran (kurang cerdas) kita bisa menjadi orang yang baik, rajin menolong sesama. Dan dari kebiasaan rajin menolong ada seseorang yang pernah kita tolong memberi rejeki yang tidak kita sangka.

Atau memang kita kurang pandai, tapi mungkin kita punya sesuatu yang tanpa kita sangka kita memiliki kharisma diri, kita pandai menempatkan diri, sehingga walau tidak pandai kita bisa jadi seorang pemimpin/ manajer, kebanyakan seorang pemimpin tidak dituntuk pintar tetapi pandai bergaul, melobi atau menyemangan timnya. jadi jangan takut akan kekurangan Anda, karena disetiap kekurangan manusia pasti ada sisi kelebihan, coba lah gali dan eksplorasi kekurangan anda, dan jangan hanya fokus pada kekurangan diri kita, dan sadari bahwa orang sukses pun pasti memiliki titik lemah. oleh karena itu jangan malu mengatasi kelemahin diri dan menggali potensi diri yang ada. (Andy F Noya)

Categories: to be you
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.